... Selamat Datang Di Personal Blog A - Rega ...

wahidiyah

Wahidiyah atau sering disebut shalawat wahidiyah adalah rangkaian do’a Sholawat Nabi (Shollallohu ‘alaihi wasallam) sebagaimana tertulis di dalam shalawat itu sendiri (klik disini untuk melihatnya), termasuk tata cara dan adab pengamalannya.

faedah Sholawat Wahidiyah

Faedah Sholawat Wahidiyah untuk menjernikan hati dan Ma‘rifat Billah (sadar kepada Allah SWT) wa Rosuluhi SAW.
Bersabda Rosululloh : “Barang siapa membaca shalawat kepadaku satu kali, maka Alloh membalas shalawat kepadanya sepuluh kali; dan barang siapa membaca shalawat kepadaku seratus kali, maka Alloh menulis pada antara kedua matannya : “bebas dari munafiq dan bebas dari neraka”, dan Alloh menempatkannya besok pada Yaumul Qiyamah bersama-sama dengan para suhadak”. (Riwayat Thabrani dari Anas bin Malik)

Siapa yang boleh mengamalkan Sholawat Wahidiyah

Boleh di amalkan oleh siapa saja pria, wanita, tua muda, dari aliran atau golongan dan bangsa manapun juga, pokoknya tidak pandang bulu, boleh mengamalkan Sholawat Wahidiyah.

Solawat wahidiyah telah di ijazahkan secara mutlak

Sholawat Wahidiyah telah diberi ijazah secara mutlak oleh mu‘allifnya yaitu AL MUKARROM ROMO KYAI HAJI ABDOEL MADJID MA‘ROEF, Pengasuh Pondok Pesantren Kedunglo Kota Kediri Jatim, bahkan dianjurkan supaya di sebar luaskan kepada masyarakat luas tanpa pandang bulu secara ikhlas dan bijaksana.

Sholawat Wahidiyah Memiliki Beberapa Kandungan

Kandungan-kandungan Sholawat Wahidiyah :
  • Materi rangkaian do‘a Sholawat
  • Etika / tata cara pengamalan Sholawat Wahidiyah dan Ajaran Wahidiyah
  • Ajaran pokok Wahidiyah.
  • Perjuangan Wahidiyah
Materi Rangkaian Do’a Sholawat Wahidiyah

Materi rangkaian do‘a Sholawat Wahidiyah adalah :
  • Hadiah / tawasyul bacaan fatihah kepada Rosululloh SAW dan Ghoutsu Hadzaz Zaman wa A‘wanihi Rodliyalloohu ‘Anhum
  • Sholawat Wahidiyah ( ALLOOHHUMMA YAA WAHIDU....... dan seterusnya ).
  • Sholawat Ma’rifat ( ALLOOHUMMA KAMAA ANNTA ...... dan seterusnya ).
  • Sholawat Tsaljul Qulub ( YAA SYAFIAL KOLQOSH.......  dan seterusnya ).
  • Nidak kepada Rosuulloh ( YAA SAYYIDII YAA ROSULALLOH ).
  • Istighoutsah ( YAA AYYUHAL GHOUTSU.... dan seterusnya )
  • Tasyafu‘an / memohon syafaat untuk diri sendiri, keluarga, dan umat masyarakat (YAA SYAFIAL KHOLQI HABIBALLOH ....  dan seterusnya ).
  • Doa sholawat yang berisi permohonan agar dalam waktu singkat ummat masyarakat sadar kepada Alloh SWT wa Rosulihi SAW, mohon ampun agar dimudahkan bersatu dalam fafiruu Ilalloh (YAA ROBBANALLAHUMMA..... dan seterusnya )
  • Permohonan barokah untuk segala yang di ciptakan oleh Alloh SWT. ( ALLOHUMMA BAARIK.... dan seterusnya )
  • Permohonan barokah dalam Mujahadah.
  • Istighroq.
  • Do‘a ajakan kepada masyarakat untuk Fafirru Ilalloh.
Etika / tata cara pengamalan Sholawat Wahidiyah dan Ajaran Wahidiyah.
Ajaran pokok Wahidiyah.
Perjuangan Wahidiyah.

Rangkaian Sholawat Wahidiyah Sesuai Sabda Rosululloh SAW

"Apabila salah satu diantara kamu semua menghendaki permohonan sesuatu kepada Alloh SWT, maka awalilah dengan memuji dan menyanjung kepada Alloh SWT yang sepantasnya / sewajarnya, kemudian bacalah Sholawat kepada Rosululloh SAW dan mohonlah menurut kebutuhanmu, maka patutlah do’a itu dikabulkan oleh Alloh SWT".

Sejarah Lahimya Sholawat Wahidiyah

Sholawat Wahidiyah lahir di Pondok Pesantren Kedunglo Kota Kediri Jawa Timur pada tahun 1963.

Mengapa Sholawat Wahidiyah diamalkan dan di perjuangkan

Sholawat Wahidiyah diamalkan dan di perjuangkan karena disebabkan :
  • adanya kerusakan mental manusia, masyarakat dewasa ini telah di ambang pintu kehancuran, dilanda arus nafsu sehingga mereka tenggelam dalam lautan munkarot dari kebodohanya tentang kesadaran kepada Allah SWT wa Rosulihi SAW. Sholawat Wahidiyah dan Ajaranya telah dibuktikan keampuhannya mampu membawa masyarakat kembali kepada Allah SWT wa Rosulihi SAW. 
Sebagaimana sabda Rosululloh SAW:
"Akan teriadi di kalangan ummat_Ku beberapa fitnah dan tidak ada yang selamat dari fitnah itu, kecuali orang yang (hatinya) dihidupkan Alloh SWT dengan memiliki ilmu. Imam Turmudzi berkala .. yang dimaksud ilmu oleh Rosululloh SAW, ialah ILMU BILLAH
  • Sholawat Wahidiyah dalam cara mengamalkannya diatur praktis disertai dengan etika ( adab ) Ubudiyah kepada Alloh SWT wa Rosulihi, simpel / efektif, efesien mudah dan ringan diamalkan.
  • Sesuai dengan maksud dan tujuan Pengamalan Sholawat Wahidiyah. Untuk menjernihkan hati dan Ma‘rifat Billah, sedangkan menjernihkan hati dan ma‘rifat Billah adalah wajib hukumnya.
  • Sholawat Wahidiyah dan kandugannya berdasarkan Al-Qur‘an dan Al - Hadits
Dasar Pengamal Sholawat Wahidiyah ?

Dasar pengamalan Sholawat Wahidiyah adalah perintah Allah SWT wa Rosulihi SAW :

Allah SWT berfirman :
"sesungguhnya Allah beserta para malaikatnya senantiasa bersholawat untuk Nabi SAW. Hai orang orang yang beriman bersholawatlah kamu untuk Nabi dan ucapkan salam penghormatan kepadanya (Nabi SAW.)."

 Sabda Rosululloh SAW.:

‘‘Bacalahlah Solawat kamu sekalian kepada-KU, oleh karena sesungguhnya bacaan Sholawat kepada-KU itu merupakan penwmbus dosa dan pembersih bagi kamu sekalian, dan barang siapa membaca Sholawat pada-KU satu kali Alloh SWT memberi Sholawat kepadamu sepuluh kali"

Tujuan Pengamalan Sholawat Wahidiyah

Tujuan Pengamalan Sholawat Wahidiyah adalah :

Ta‘dhim kepada Alloh SWT wa Rosulihi SAW Dalam Kitab Sa'aadatud-daroin hal 373 disebutkan :
"Sesungguhnya maksud dari membaca Sholawat kepada Rosululloh SAW, hanya Ta’dhiman atau mengagungkan beliau beserta melahirkan butuh permohan Beliau untuk dimohonkan kepada Alloh SWT dan Rohmat-Nya yang sesuai dengan makom kedudukan keluhuran Rosululloh SAW disisi Alloh SWT. Andaikata tidak demikian, maka Rosululloh SAW sama sekali tidak membutuhkan kepada Sholawat kita, karena Alloh SWT telah melimpahkan bermacam-macam'kesempurnaan kepada beliau yang tidak ada batasnya".

Meningkatkan rasa Mahabbah kepada Alloh SWT wa Rosulihi SAW dan mengikuti kepada Sholawat Alloh SWT dan para Malaikat-NYA.

Dalam Kitab Sa'aadatud Daroini hal..530 diterangkan 

"Sesungguhnya Rosululloh SAW itu kekasih Alloh SWT,yang tinggi kedudukannya disisi Alloh SWT, dan sesungguhnya Alloh SWT dan para Malikat-NYA telah berSholawat kepada-Nya. Maka wajiblah mencintai kekasih Alloh SWT dan Taqorrub / mendekatkan diri kepada Alloh SWT dengan mencintai, mengagungkan serta menghaturkan Sholawat kepada kekasih Alloh SWT dan juga mengikuti Sholawat-NYA (Alloh) serta sholawatnya para Malaikatnya Alloh.

Tujuan akhir dari pegamalan Sholawat Wahidiyah adalah Penerapan Ajaran Wahidiyah :

LILLAH, BILLAH, LIRROSUL, BIRROSUL, LILGHOUTS, BILGHOUTS, YUKTI KULLADZI HAQQIN HAQQAH, TAQDIMUL AHAM, TSUMMAL ANFA, FAL ANFA / FAFIRRU – ILALLOH WA ROSULIHI SAW.

Artikel Yang Berkaitan:

Reaksi:

1 komentar:

Shalawat Wahidiyah –yang berkembang menjadi Ajaran, Tarekat, atau Aliran Wahidiyah sudah divonis sesat oleh Majelis Ulama Indonesia (MUI) Kabupaten Tasikmalaya (Jawa Barat). MUI pun minta kepada pengikut ajaran Wahidiyah agar kembali ke ajaran Islam sejalan dengan Al-Quran dan Hadits.

Hasil pembahasan serta kajian yang dilakukan oleh Komisi Fatwa MUI Kab. Tasikmalaya, menyatakan aliran atau paham Wahidiyah, adalah sesat serta menyesatkan. Salah satu ajaran yang disampaikan oleh kelompok ini adalah menganggap Ghauts Hadza Zaman, mempunyai kewenangan menanamkan dan mencabut iman seseorang. Hal itu sebagaimana tercantum dalam kumpulan teks ajarannya, di halaman 66.

Sosok Mbah Abdul Majid (lengkapnya: Romo KH. Hadratul Mukarrom Abdul Latif Ra, pengasuh Pondok Kedunglo Al-Munadharoh Kediri) merupakan tokoh utama di kelompok ini. Mbah Abdul Majid juga dianggap sebagai juru selamat bagi umat di zaman sekarang.

Karena dinilai sesat, jamaah Wahidyah di Tasik pun digerebek warga, demikian juga yang pernah terjadi di Pamekasan Madura.

Wahidyah muncul dari kota Kedunglo Kediri. Yang membuat Sholawat Wahidyah tersebut adalah Abdul Madjid tahun 1963. Menurut pengakuanya, ia membuat teks shalawat itu setelah bermimpi bertemu Rasulullah. Maka dibuatlah Sholawat Wahidyah yang katanya untuk menjernihkan hati dan bisa mencapai tingkat hakekat ma’rifat.

Isi Sholawat Wahidyah meminta pertolongan wali dan Rasululullah. Istilah mereka, bertawassul kepada “Ghoutsu Hadza Zaman” dan bertawassul kepada Rasulullah untuk mendekatkan diri kepada Allah.

Jamaah Wahidiyah mengkaji kitab Al Hikam karangan Ibnu ‘Arabi. Padahal, 37 ulama memurtadkan Ibnu ‘Arabi, di antaranya Syaikh Ibnu Taimiyah dan Ibnul Qoyyim Al-Jauziyah.

Di depan Masjid Kedunglo ada kuburan Abdukl Madjid. Kuburan tersebut selalu dikunjungi pengikutnya dengan bacaan sholawat wahidyah. Tiap ada pengajian slalu ada acara tangisan bersama hingga ada yang sampai berteriak teriak, bahkan ada yang sampai pingsan.

Poskan Komentar

Silahkan berkomentar dikotak komentar dibawah ini, kritik maupun saran dari anda saya harapkan

Terimakasih,,,,,