... Selamat Datang Di Personal Blog A - Rega ...

shalawat wahidiyah

shalawat wahidiyah
Sholawat Wahidiyah adalah rangkaian doa-doa Sholawat Nabi SAW seperti tertulis dalam Lembaran Sholawat Wahidiyah, termasuk kaifiyah (cara dan adab /tatakrama) dalam mengamalkannya. Mulai disiarkan dan diamalkan secara meluas sejak tahun 1963.

Muallif Sholawat Wahidiyah adalah al-Mukarrom KH Abdul Madjid Ma’roef Pengasuh Pondok Pesantren Kedunglo, Desa Bandarlor, Kecamatan Mojoroto, Kota Kediri, Propinsi Jawa Timur. Sholawat Wahidiyah, seperti sholawat-sholawat yang lain, boleh diamalkan oleh siapa saja, tanpa syarat adanya sanad atau silsilah, karena sanad dari segala sholawat adalah Shohibus Sholawat itu sendiri, yakni Rosululloh SAW.

Sholawat Wahidiyah dan Ajaran Wahidiyah bukan merupakan suatu aliran atau faham agama baru; dan tidak mengajarkan faham-faham atau tindakan yang bertentangan dengan Syari’at Islam dan hukum negara atau pemerintah, atau ajaran yang menyimpang dari aqidah Ahlis Sunnah Wal-Jama’ah.

Sholawat Wahidiyah tidak termasuk dalam kategori jamiyah Thoriqoh, tetapi berfungsi sebagai thoriqoh dalam arti “JALAN” menuju sadar kepada Allah SWT wa Rosuulihi SAW. Mengamalkan Sholawat Wahidiyah tidak disertai syarat-syarat/ketentuan khusus yang mengikat, tetapi harus dengan adab (tatakrama), hudlur dan yakin kepada Alloh SWT, mahabbah (mencintai) dan ta’dhim (menghormat) kepada Rosululloh SAW.

Lihat Cara Pengamalannya KLIK DI SINI

Artikel Yang Berkaitan:

Reaksi:

9 komentar:

Makasih infonya. btw kok widget menu tabnya isinya "populer" tapi malah recent koment


Salam kenal

Sebelumnya terimakasih atas koreksinya @gaptek

Jujur blog ini masih terus dalam perkembangan dan masih banyak yang kurang dan mesti diperbaiki, beda dengan blog agan itu

Cepat atau lambat saya akan perbaiki. Terimakasih n salam kenal juga Rega :)

melihat gambar diatas, saya melihat orang lucu dan gila hormat

ilmu bukan warisan tEtapi harus dicari, kalau pondok memang punya orang yg fotonya diatas. tapi kalau amalan bukan. INGAT INI ILMU HAKEKAT JANGAN ANDA MENJADI SU'UL KHOTIMAH

Kita do'akan saja, semoga yang berkomentar diatas saya mendapat syafa'at beliau Romo Yahi.
WAQUL JAA-ALHAQQUWAZAHAQOL BAATHIL INNAL BAATHILA KAANA ZAHUUQOO

SEMOGA YANG MENGHINA GURUKU MENDAPATKAN KESADARAN...DAN PEMAHAMAN amin...

yaaa. betul orang yang komentar itu memang tidak tahu....terserah apa kata mereka yang penting gue yakin...

Shalawat Wahidiyah –yang berkembang menjadi Ajaran, Tarekat, atau Aliran Wahidiyah sudah divonis sesat oleh Majelis Ulama Indonesia (MUI) Kabupaten Tasikmalaya (Jawa Barat). MUI pun minta kepada pengikut ajaran Wahidiyah agar kembali ke ajaran Islam sejalan dengan Al-Quran dan Hadits.

Hasil pembahasan serta kajian yang dilakukan oleh Komisi Fatwa MUI Kab. Tasikmalaya, menyatakan aliran atau paham Wahidiyah, adalah sesat serta menyesatkan. Salah satu ajaran yang disampaikan oleh kelompok ini adalah menganggap Ghauts Hadza Zaman, mempunyai kewenangan menanamkan dan mencabut iman seseorang. Hal itu sebagaimana tercantum dalam kumpulan teks ajarannya, di halaman 66.

Sosok Mbah Abdul Majid (lengkapnya: Romo KH. Hadratul Mukarrom Abdul Latif Ra, pengasuh Pondok Kedunglo Al-Munadharoh Kediri) merupakan tokoh utama di kelompok ini. Mbah Abdul Majid juga dianggap sebagai juru selamat bagi umat di zaman sekarang.

Karena dinilai sesat, jamaah Wahidyah di Tasik pun digerebek warga, demikian juga yang pernah terjadi di Pamekasan Madura.

Wahidyah muncul dari kota Kedunglo Kediri. Yang membuat Sholawat Wahidyah tersebut adalah Abdul Madjid tahun 1963. Menurut pengakuanya, ia membuat teks shalawat itu setelah bermimpi bertemu Rasulullah. Maka dibuatlah Sholawat Wahidyah yang katanya untuk menjernihkan hati dan bisa mencapai tingkat hakekat ma’rifat.

Isi Sholawat Wahidyah meminta pertolongan wali dan Rasululullah. Istilah mereka, bertawassul kepada “Ghoutsu Hadza Zaman” dan bertawassul kepada Rasulullah untuk mendekatkan diri kepada Allah.

Jamaah Wahidiyah mengkaji kitab Al Hikam karangan Ibnu ‘Arabi. Padahal, 37 ulama memurtadkan Ibnu ‘Arabi, di antaranya Syaikh Ibnu Taimiyah dan Ibnul Qoyyim Al-Jauziyah.

Di depan Masjid Kedunglo ada kuburan Abdukl Madjid. Kuburan tersebut selalu dikunjungi pengikutnya dengan bacaan sholawat wahidyah. Tiap ada pengajian slalu ada acara tangisan bersama hingga ada yang sampai berteriak teriak, bahkan ada yang sampai pingsan.

http://sholawat-wahidiyah-miladiyah.blogspot.com/

Poskan Komentar

Silahkan berkomentar dikotak komentar dibawah ini, kritik maupun saran dari anda saya harapkan

Terimakasih,,,,,